Perjalanan Asyik Menuju Air Terjun 7 Tingkat Oehala, NTT

Air Terjun Oehala di Soe memberikan kesejukan di antara gersangnya daerah Nusa Tenggara Timur. Di pulau yang sebagian besar daerahnya ini berupa tanah dan karang ternyata banyak mengalir sumber mata air alam.

Terik matahari, panas, dan gersang, itulah Nusa Tenggara Timur. Namun, di dalam tanah dan karang yang menjadi permukaan pulau ini mengalir sumber mata air yang alami. Aliran air alam ini pun bermuara ke sungai, laut, dan air terjun.

Salah satunya yang banyak menarik perhatian adalah Air Terjun Oehala. Air terjun yang berada di Soe, Kabupaten Timor Tengah Selatan ini memang cukup populer karena keindahan alam sekitarnya.

Tentu saja karena panorama alam yang memesona tidak hanya berasal dari lokasi tapi juga di sepanjang perjalanan. Untuk sampai ke sana saya menempuh perjalanan sekitar 2,5 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 110 km dari Kota Kupang.

Perjalanan ini tidak akan terasa melelahkan karena lalu lintasnya relatif sepi. Hanya ada beberapa kendaraan yang lewat, seperti oto (mobil travel antar kota) dan bus berukuran 3/4 yang selalu dipenuhi oleh sayur-mayur di bagian atas serta sepeda motor yang terikat di bagian belakangnya. Aneh tapi menarik dan beda!

Jalan yang dilewati menuju Oehala merupakan jalan utama dari Kota Kupang menuju Atambua dan Timor Leste. Ya, cukup banyak pemandangan yang menyita perhatian saya.

Sepanjang jalan di Kecamatan Oebelo terlihat banyak sekali penjual garam yang memproduksi sendiri di tambak garamnya. Kemudian, garam-garam yang sudah siap jual dikemas dalam tas anyaman daun lontar berbentuk silinder dan ditumpuk di pinggir jalan.

Selanjutnya, setelah penjual garam di sepanjang jalan kawasan hutan wisata Camplong yang teduh. Dengan jalan yang semakin menanjak, sampailah saya pada salah satu dataran tinggi di Pulau Timor.

Namun, sejauh perjalanan Kupang-Soe tempat yang sangat mencuri perhatian saya adalah Jembatan Noelmina. Jembatan ini merupakan perbatasan antara Kabupaten Kupang dan Kabupaten Timor Tengah Selatan.

Besar dan megahnyanya masih kalah dengan jembatan Barelang di Batam, atau jembatan Ampera di Palembang. Namun, pemandangan di jembatan Noelmina cukup unik, yaitu Sungai Noelmina yang hampir kering dengan tebing-tebing di sisinya yang justru menjadi menarik.

Sampailah di pusat Kota Soe, saya masih harus melanjutkan perjalanan sepanjang 13 km dengan kondisi jalan sebagian ada yang sudah rusak dan berdebu. Namun, tak apalah demi kesegaran yang nanti sudah dijanjikan sang air terjun.

Di Desa Oehala, air terjun ini mempunyai tinggi hanya sekitar 2 meter dan mempunyai 7 tingkatan yang terbagi atas tiga bagian yang berbeda. Masing-masing air terjun ini mempunyai dua atau tiga tingkatan pada satu lokasi.

Derasnya sumber air yang mengalir di air terjun ini berasal dari Gunung Mutis. Segar, suara gemericik, dan sejuk hawa di Air Terjun Oehala seakan-akan membayar perjalanan berdebu selama masuk ke dalam kawasan ini.

Akan tetapi, sebelum sampai ke air terjun cantik ini saya harus menuruni anak tangga yang keadaannya sudah cukup baik. Sekilas keadaan ini mengingatkan saya pada Air Terjun Tawang Mangu di Jawa Tengah.

Semakin siang, udara di sekitar lokasi ini justru semakin dingin. Apalagi, saya sudah basah karena bermain air. Brrr! Segar dan dinginnya Oehala membuat kaki ini malas untuk beranjak.Indah rasanya bila menghabiskan waktu di sini. Leha-leha di Air Terjun Oehala, mantap! Kota Wisata.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *